Cerita Penggalangan Dana
Di usia 11 tahun, Agung seharusnya sibuk bermain dan belajar. Namun hidup memaksanya tumbuh lebih cepat.
Setelah orang tuanya berpisah, Agung justru diusir oleh ayahnya sendiri. Kini, ia bertahan hidup bersama sang kakek, seorang nelayan kecil dengan penghasilan tak menentu, hanya sekitar Rp5.000–Rp10.000 per hari.
Tak ingin menjadi beban, Agung berjuang sendiri.
Ia masuk ke hutan bakau, bahkan berenang menyeberangi sungai demi mengumpulkan daun nipah untuk dijadikan sapu lidi.
Setiap hari, Agung berjalan kaki hingga 3 km untuk berjualan. Satu sapu dihargai Rp2.000 saja. Sayangnya, sapu yang di jual olehnya seringkali tak laku.
Kalaupun laku, hanya cukup untuk makan seadanya. Bahkan tak jarang mereka harus menahan lapar.
Dengan polos, Agung pernah berkata,
“Agung ingin makan pakai daging ayam."
Bukan hanya soal makan, Agung juga harus merelakan sekolahnya. Biaya transport Rp20.000 per hari membuatnya tak lagi bisa duduk di bangku kelas 5 SD. Terpaksa ia putus sekolah 💔
Padahal, ia masih menyimpan mimpi sederhana ingin menjadi seorang tentara.
#PejuangKebaikan, di luar sana masih ada anak seperti Agung yang harus menukar masa kecilnya demi bertahan hidup. Bukan karena ingin, tapi karena keadaan yang memaksanya.
Hari ini, kita punya kesempatan untuk meringankan langkah itu. Membantu Agung mendapatkan makan yang layak, kembali merasakan bangku sekolah, dan menjaga mimpinya agar tidak benar-benar padam.
Yuk, ambil peran jadi bagian dari harapan Agung hari ini.
1. KLIK " Donasi Sekarang "
2. Masukan nominal donasi
3. Pilih metode pembayaran
4. Kamu akan mendapatkan laporan via E-mail
5. Transfer sesuai 3 kode unik untuk memudahkan sistem dalam pencatatan dan tepat sasaran dalam penyaluran nya
Info Selengkapnya Hubungi :
Admin (082298357904)
Berita Penyaluran
Program Dirilis
13 Apr 2026Para #PejuangKebaikan
Hamba Allah
Doa-doa #PejuangKebaikan
Aamin Kan dan bantu likenya